lighting consultant
24
Jul

Peran Lighting Consultant Menentukan Lampu Terapi Rumah Sakit

Peran seorang lighting consultant sangat berpengaruh dalam melengkapi sumber pencahayaan di berbagai area rumah sakit. Menjadi harapan bagi orang-orang yang sedang sakit, tentu kenyamanan dari segi pencahayaan harus diperhatikan dengan baik.

Ketika membangun sebuah rumah sakit, bukan hanya bangunan kokoh yang menjamin kenyamanan pasien. Lampu juga menentukan kenyamanan pasien, maupun keluarga yang menunggunya, bahkan sampai dengan kenyamanan para pengunjung di jam besuk.

 

lighting consultant

 

Peran Lighting Consultant di Area Rumah Sakit

Peran penting sebagai seorang consultant adalah memberikan saran terbaik penggunaan lampu untuk berbagai ruangan di rumah sakit. Setiap area memiliki fokus berbeda, ini artinya membutuhkan sumber penerangan yang juga berbeda-beda.

  1. Ruangan Pasien
    Salah satu hal yang tidak bisa ditawar ketika pasien masuk rumah sakit dengan ruang rawat di bangsal atau maksimal dua orang di satu ruangan adalah lampu harus selalu menyala. Tidak bisa dimatikan sesuai kehendak, seperti selayaknya saat Anda tidur di rumah.

    Akan sangat dianjurkan untuk memperbanyak sumber pencahayaan alami dari luar, yakni melalui banyaknya jendela yang memasukkan sinar matahari. Pada siang hari, otomatis lampu bisa dimatikan dan sepenuhnya menggunakan sumber cahaya matahari saja.

    Hindari meletakkan berbagai benda di area jendela yang menutupi akses masuk cahaya. Seorang lighting consultant tidak akan menganjurkan penggunaan lampu gantung karena jaraknya terlalu dekat dengan kepala pasien sehingga bisa silau serta panas.

  2. Ruangan Perawat
    Jenis sumber pencahayaan pada ruangan perawat juga dianjurkan lebih banyak menggunakan sumber alami dari jendela. Pastikan penempatan jendelanya telah sesuai dengan arah matahari agar pada siang hari tidak perlu menyalakan lampu.

    Untuk ruangan perawat ini memiliki fleksibilitas lebih tinggi karena bisa dinyalakan dan dimatikan kapan saja. Akan tetapi, tugas seorang perawat untuk siap siaga atas segala kondisi pasien menuntut perawat untuk lebih banyak terjaga kapan saja sedang piket.

    Untuk memberikan kenyamanan, namun tidak melalaikan kesiapsiagaan, bisa konsultasikan pemilihan lampu dengan ahlinya. Seorang lighting consultant tentu akan memberikan rekomendasi terbaik sesuai dengan kebutuhan setelah Anda memaparkan kondisinya.

  3. Koridor
    Area rumah sakit sarat dengan keberadaan koridor, kerap kali menjadi sangat ramai di malam hari oleh lalu lalang pasien dan petugas. Namun, akan terasa begitu sepi saat tiba malam hari karena waktunya perawat dan pasien beristirahat.

    Pemilihan lampu yang kurang tepat untuk area koridor membuat suasana menjadi horor ketika malam hari. Padahal, saat siang hari terkesan ramai dan banyak dilalui orang. Dengan memilih lampu yang tepat, kesan horor ini bisa ditiadakan.

    Seorang jasa lighting consultant akan membantu menghilangkan kesan horor tersebut pada koridor rumah sakit. Ketika Anda memilih pencahayaan tepat, maka tidak ada yang akan merasa ketakutan, sekalipun harus berjalan sendirian di malam hari.

  4. Toilet Pasien
    Tidak kalah penting dari ketiga area di atas, area toilet juga membutuhkan sumber penerangan yang tepat. Terutama harus memilih lampu yang memudahkan gerak pasien, khususnya saat tidak ada pendamping yang ikut masuk ke toilet.

    Untuk ukuran watt bisa disesuaikan dengan luas toiletnya, pastinya harus berkualitas dan bagus. Biasanya yang digunakan dalam toilet pasien ini tidak berbeda dengan lampu rumahan pada umumnya, hanya soal peletakkan dan pemilihan dayanya harus disesuaikan.

Empat area rumah sakit di atas memegang peran penting dalam setiap pergerakan pasien. Peran penting seorang lighting consultant akan mendukung kenyamanan pasien, petugas, keluarga pasien, juga pengunjung yang akan datang di jam tertentu.